• Selasa, 16 Agustus 2022

Fakta Menarik Kepercayaan Masyarakat Tengger Terhadap Gunung Semeru dan Bromo

- Minggu, 5 Desember 2021 | 20:27 WIB
Kepercayaan masyarakat Tengger terhadap Gunung Semeru dan Bromo
Kepercayaan masyarakat Tengger terhadap Gunung Semeru dan Bromo

REFERENI BERITA- Tengger merupakan nama suku yang mendiami dataran tinggi di sekitar Pegunungan Tengger diantaranya meliputi wilayah Gunung Bromo dan Gunung Semeru (Mahameru).

Tak hanya berada di Kabupaten Probolinggo, suku Tengger juga berada di kawasan empat Kota Administratif yang meliputi Kota Malang, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kota Lumajang.

Salah seorang peneliti bernama Dylan Walsh pernah melakukan penelitian di beberapa gunung yang ada di Indonesia terutama di wilayah gunung Semeru dan Bromo dan ia melakukan penelitian tersebut selama tiga minggu.

Baca Juga: Update Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Mengalami Peningkatan Berupa Awan Panas dan Lava Pijar

"Daerah penelitian yang pertama adalah daerah Tengger yang termasuk Gunung Mahameru serta Gunung Bromo. Saya tinggal di daerah Tengger tersebut selama tiga minggu pada bulan Maret tahun 2000," kata Dylan Walsh seperti dikutip Referensi Berita dari laporan penelitannya pada Minggu, 05 Desember 2021.

Dylan Walsh melakukan penelitian mengenai kepercayaan masyarakat setempat terhadap gunung Semeru dan Bromo. Namun, menurutnya ada dua unsur yang harus kita ketahui tentang kepercayan masyarakat Tengger yaitu kepercayaan animisme dan agama Hindu-Budha.

Dylan mengemukakan, Agama Hindu-Budha menguasai pulau Jawa selama delapan abad, abad 8 sampai abad 16. Orang beragama Hindu percaya dalam Gunung Semeru sebagai rumahnya para dewa-dewa serta gunungnya melambangkan hubungan diantara dunia manusia (bumi) dan Kayangan atau dunia para dewa-dewa.

Baca Juga: Gunung Merapi Paling Aktif di Jepang Meletus

Orang Jawa percaya bahwa gunung adalah tempat sakral dan biasanya didiami oleh mahluk halus, roh-roh leluhur atau dewa. Selain unsur agama Hindu-Budha, manusia Jawa juga punya kepercayaan bahwa tempat-tempat atau obyek punya semangat diri sendiri.

Halaman:

Editor: Suardi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X