• Senin, 28 November 2022

Kejati Banten Tetapkan Tersangka Kasus Samsat Kelapa Dua, KMSB Beri Empat Catatan

- Jumat, 22 April 2022 | 22:53 WIB
 Koordinasi Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB) yang juga Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli lindungi (ALIPP), Uday Suhada. (Dok. Referensi Berita)
Koordinasi Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB) yang juga Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli lindungi (ALIPP), Uday Suhada. (Dok. Referensi Berita)


REFERENSI BERITA - Langkah cepat Kejati Banten dalam penanganan dugaan korupsi di Samsat Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, patut diapresiasi.

Meski banyak pihak mempertanyakan, apakah betul kasus itu hanya melibatkan pejabat di level kepala seksi ke bawah, namun setidaknya langkah cepat Kejati itu tetap patut mendapat apresiasi.

Demikian disampaikan Koordinator Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB), Uday Suhada menykapi upaya hukum yang cepat dari Kejati Banten.

Baca Juga: Kinerja terus Meningkat, bank bjb Diganjar Penghargaan oleh Pefindo

"Ada beberapa catatan penting dari masalah ini. Pertama, ini adalah kali pertama pengungkapan kasus korupsi yang langka, yakni sumbernya berasal dari pendapatan daerah," terang Uday Suhada kepada Referensi Berita pada Jumat, 22 April 2022.

Sebab kata dia, pada umumnya terjadi pada penggunaan atau realisasi anggaran melalui beragam kegiatan atau proyek. Karenanya menurut Uday, harus dilakukan audit investigasi oleh BPKP di semua Samsat dan sumber pendapatan daerah lainnya.

"Kedua, Pak Kajati Leo menyebutkan bahwa tim Kejati juga turut mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp29 juta dari laci meja kerja Sekretaris Bapenda, Berly Rizky Natakusumah. Tentu tim penyidik lebih paham langkah apa yang harus diambil untuk mengungkap uang apa itu," ujar Uday Suhada.

Baca Juga: Satupena Banten Kepengurusan 2022-2027 Resmi Dideklarasikan dan Dilantik di Gedung PKK Kabupaten Lebak

Ketiga lanjut dia, dalam mekanismenya, pemegang password sistem itu Kepala UPT, bukan kepala seksi (Kasi), apalagi seorang TKS. Artinya Kepala UPT Samsat sudah memberikan password itu kepada orang lain, dalam hal ini pegawai TKS.

"Keempat, pertanyaan berikutnya muncul, para tersangka ko buru-buru mengembalikan uang Rp6 miliar yang diduga hasil penggelapan. Sementara audit belum dilakukan atau belum selesai. Ini patut dipertanyakan," pungkas Uday Suhada.***

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nikita Mirzani Ditahan Kejari Serang

Selasa, 25 Oktober 2022 | 18:52 WIB

Terpopuler

X