• Senin, 28 November 2022

SMRC: PDIP Konsisten Dapatkan Dukungan Publik Terbesar

- Sabtu, 3 September 2022 | 16:15 WIB
HAsil survei SMRC tentang partai yang mendapat banyak dukungan. (Referensi Berita)
HAsil survei SMRC tentang partai yang mendapat banyak dukungan. (Referensi Berita)

REFERENSI BERITA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih mendapatkan dukungan pemilih terbesar.

Demikian hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Tren Elektabilitas Partai Jelang Pemilu 2024” yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV pada Sabtu, 3 September 2022.

Hasil survei yang dipresentasikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani itu menunjukkan bahwa jika pemilihan umum (Pemilu) diadakan sekarang, PDIP akan mendapatkan suara terbanyak, atau sebanyak 24,8 persen.

Baca Juga: YDMI dan FORMASI Serahkan Policy Brief Urgensi Peningkatan Aksesibilitas Penyelenggaraan Pendidikan

Urutan kedua diperebutkan oleh Gerindra, PKB, dan Golkar. Gerindra mendapatkan dukungan 11 persen, PKB 9,5 persen, dan Golkar 9,1 persen.

Sementara Demokrat didukung 6,6 persen suara, PKS 4,1 persen, Nasdem 3,5 persen, Perindo 3 persen, PPP 2,7 persen, dan PAN 1,9 persen. Sedangkan partai-partai lain mendapatkan suara di bawah 1 persen. Masih ada 21,7 persen yang belum menentukan pilihan.

Deni menambahkan, dibanding hasil Pemilu 2019, dukungan kepada PDIP naik dari 19,3 persen menjadi 24,8 persen. Partai Gerindra stabil atau sedikit menurun dari 12,6 persen menjadi 11 persen. Sementara Golkar cenderung menurun, dari 12,3 persen menjadi 9,1 persen.

Baca Juga: Matha'ul Anwar harus jadi Tuan Rumah di Tanah Kelahirannya

Dukungan pada PKB cukup stabil, dari 9,7 persen pada Pemilu 2019 menjadi 9,5 persen pada survei Agustus 2022. Sementara Demokrat mengalami sedikit penurunan, dari 7,8 persen menjadi 6,6 persen. Demikian pula dengan PKS, dari 8,2 persen menjadi 4,1 persen.

Sementara Partai Nasdem, PPP dan PAN juga mengalami pelemahan dukungan. Dukungan pada Nasdem turun dari 9,1 persen menjadi 3,5 persen, PPP dari 4,5 persen menjadi 1,9 persen, dan PAN dari 6,8 persen menjadi 1,9 persen.

Penurunan suara juga dialami oleh partai-partai non-parlemen. Pada Pemilu 2019, partai-partai yang tidak lolos parlemen ini secara akumulatif mendapatkan suara 9,7 persen. Angka ini turun menjadi 5 persen pada Agustus 2022.

Baca Juga: Angga Permana Juara Lomba Foto Selfie Jalan Rusak di Kabupaten Pandeglang

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wasekjen DPP Partai Golkar Fokus Pemenangan Pileg 2024

Minggu, 16 Oktober 2022 | 20:42 WIB

SMRC: PDIP Konsisten Dapatkan Dukungan Publik Terbesar

Sabtu, 3 September 2022 | 16:15 WIB

Terpopuler

X