• Sabtu, 1 Oktober 2022

Kecewa Sikap Kejati Banten, Massa AMATI Ancam Gelar Demo lebih Besar

- Senin, 18 April 2022 | 20:12 WIB
Massa dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) Banten saat unjuk rasa di Kejati Banten. (Referensi Berita)
Massa dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) Banten saat unjuk rasa di Kejati Banten. (Referensi Berita)

REFERENSI BERITA - Kantor Kejati Banten kembali didatangi massa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMATI) Banten pada Senin, 18 April 2022.

Kedatangan mahasiswa untuk mendesak Kejati Banten segera memanggil Roni Alfanto, salah seorang Wakil Ketua DPRD Kota serang, yang menurut mahasiswa diduga telah melakukan pemotongan gaji pegawai Pamdal dan OB di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Serang pada tahun 2020 dan 2021.

"Kami prihatin dengan apa yang dilakukan oleh oknum wakil rakyat yang seharusnya membela kepentingan rakyat, maka memakan keringat mereka," ungkap Kordinator AMATI Banten, Nurjaya dalam orasinya.

Baca Juga: Teori One Piece! Luffy Belum Mampu Kuasai Gear 5, Benarkah? Cek Faktanya Disini

Nurjaya mengatakan, pihaknya sempat dibertemu dengan Kasi Penkum Kejati Banten, Ivan Hebron Siahaan beserta jajaran Kejati Banten lainnya.

Namun saat itu mereka tidak bisa memberikan jawaban pasti terkait penindakan kasus tersebut. "Malah menyuruh kami melaporkan ke pihak lain saja," beber Nurjaya.

Dalam pertemuan itu, lanjut Nurjaya, pihaknya bertemu dengan salah satu saksi dari Pamdal yang dipanggil Kejati Banten.

Baca Juga: Tersingkir Dari Liga Champions, Thomas Tuchel Kecewa Dengan Performa Chelsea

"Dari apa yang kami lihat, Kejati Banten seolah menekan saksi. Saksi diminta memberikan bukti tertulis perjanjian kerja. Setelah kami tanya pada saksi, saksi mengatakan ia menandatangani perjanjian kerja tapi tidak pernah diberikan salinannya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X