Petani Sobang Mampu Produksi 195.000 Butir Kelapa Kopyor Sekali Panen

- Selasa, 13 Desember 2022 | 06:45 WIB
Budidaya kepala kopyor dilakukan petani di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. (Referensi Berita)
Budidaya kepala kopyor dilakukan petani di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. (Referensi Berita)


REFERENSI BERITA - Jika mendengar kelapa kopyor, maka imajinasi kita langsung tertuju pada minuman yang menyegarkan.

Ya, kelapa kopyor yang dicampur batu es, sirup dan bahan lainnya menjadi minuman yang populer.

Minuman ini biasanya dijumpai di rumah makan atau restoran, hotel, cafe dan tempat lainnya yang terkesan mewah dan mahal.

Baca Juga: Mengenaskan, TKI Asal Pandeglang ini Diduga Disiksa Majikannya di Arab Saudi

Pangsa pasar jenis kelapa ini juga sangat terbuka lebar. Potensi pasar itu dilirik Sapini, seorang petani di Desa Kertaraharja, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dengan luas lahan lima hektare, Sapini membudidayakan kelapa kopyor untuk memenuhi permintaan dari Pandeglang, Tangerang, Jakarta dan daerah lainnya.

"Harga per butir kelapa kopyor ini cukup bagus. Di tingkat petani, harga per butir bisa
Rp3.000. Sementara harga di pasaran lebih tinggi, bahkan setelah menjadi minuman harga kelapa ini melonjak berkali-kali lipat," ungkap Sapini belum lama ini.

Baca Juga: Puluhan Peserta dari Luar Negeri Belajar Kesiapsiagaan Bencana di Desa Panggarangan

Sapini menerangkan, masa pertumbuhan kelapa kopyor sejak dari bibir hingga panen pertama tidak membutuhkan waktu lama. Hanya empat tahun sejak tanam, buah kelapa ini sudah bisa panen.

Dia menerangkan, sebetulnya tidak ada bibit khusus untuk jenis kelapa ini. Jenis bibitnya sama seperti jenis kelapa lainnya. Untuk membuat kelapa menjadi jenis kopyor, terangnya, memang harus ada rekayasa genetik sejak awal tanam.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X