• Senin, 18 Oktober 2021

Peristiwa Pembantingan Mahasiswa, ISPI Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Jajarannya

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:32 WIB
Seorang demonstran tergelatak sesaat setelah dibanding anggota Polri yang bertugas mengamankan aski demo pada HUT Kabupaten Tangerang. (Tangkap layar WA Grup)
Seorang demonstran tergelatak sesaat setelah dibanding anggota Polri yang bertugas mengamankan aski demo pada HUT Kabupaten Tangerang. (Tangkap layar WA Grup)

REFERENSI BERITA - Direktur Eksekutif Indonesian Of Social Political Institute (ISPI), Deni Iskandar, mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah tegas dan melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarann di Polda Banten dan Polres Tangerang.

Desakan itu disampaikan Deni melalui keterangan tertulisnya pada Rabu, 13 Oktober 2021, menyusul adanya peristiwa tindak kekerasan oleh salah satu oknum polisi kepada mahasiswa yang melakukan aksi menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang.

"Gawat itu oknum anggota polisi, ada mahasiswa yang tengah melakukan aksi unjuk rasa, kemudian dibanting. Kalau saya menyebutnya, itu di-Smackdown sampai itu mahasiswa sempat kejang-kejang," kata Deni.

Baca Juga: Lagi, Kebakaran Landa Pemukiman Baduy

Deni menegaskan, Jenderal Listyo Sigit selaku pimpinan tertinggi di institusi Polri, harus segera mengambil langkah tegas dan melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarannya. Hal itu, kata Deni, dinilai penting agar citra Polisi bisa kembali bagus.

"Idealnya, harus ada evaluasi dari Kapolri, karena walau bagaimana pun ini soal citra Polri sebagai institusi. Oleh karena itu, ISPI secara tegas meminta agar Kapolri segera melakukan evaluasi, kalau perlu dicopot itu Kapolda dan Kapolresnya," tegasnya.

Menurut Deni, yang harus dipahami oleh Polisi bahwa massa aksi yang melakukan demonstrasi dimana pun, tidak diperlakukan seperti layaknya seorang teroris.

Baca Juga: Mengungkap Peristiwa Pembunuhan Hardiwinangoen Mantan Bupati Lebak, Ini Fakta Sejarahnya!

"Harus dipahami oleh semua anggota Polisi, bahwa massa aksi yang melakukan unjuk rasa itu jangan diperlakukan seperti teroris. Katanya presisi dan mengedepankan keadilan, tapi prakteknya ko' begini, mahasiswa demo juga diperlakukan seperti teroris," kata Deni.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Terkini

Kejati Banten Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan FS Fiktif

Senin, 27 September 2021 | 23:27 WIB

Pergoki Maling Motor, Warga Cikeusal Dibacok

Selasa, 14 September 2021 | 20:26 WIB

Lagi, KPK Periksa Dua Pegawai Dindikbud Provinsi Banten

Selasa, 14 September 2021 | 13:32 WIB
X