• Senin, 18 Oktober 2021

Ulama, Jawara dan Pamong Praja dalam Stratifikasi Sosial Masyarakat Kabupaten Lebak Abad ke-19

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:10 WIB
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. (Banten Raya)
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. (Banten Raya)

REFERENSI BERITA- Kehidupan sosial merupakan suatu tingkat realitas yang tidak dapat diinterpretasikan dalam hubungannya dengan karakteristik individu-individu.

Dalam kehidupan sosial, masyarakat senantiasa mempunyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan.

Penghargaan yang lebih tinggi terhadap hal-hal tertentu, akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi dari hal-hal lainnya.

Baca Juga: Jadi Jawara, Nilai Transaksi Saham Bank Banten Menggeliat

Sesuatu hal yang dihargai akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem lapisan di dalam masyarakat.

Menurut Soerjono Soekanto (2012:199), yang dihargai itu bisa berupa uang, atau benda-benda yang bernilai ekonomis, tanah, kekuasaan, ilmu pengetahuan, kesalehan dalam agama atau mungkin keturunan yang terhormat.

Pitirim A. Sorokin mengemukakan bahwa sistem pelapisan dalam masyarakat di dalam sosiologi dikenal dengan social stratification.

Baca Juga: Banten Gudangnya Jawara, ini Gambaran Kedigjayaannya

Secara umum stratifikasi sosial bisa diartikan yaitu perbedaan masyarakat secara vertikal atau kedalam kelas-kelas tertentu.

Halaman:

Editor: Suardi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Denny Darko Ungkap 10 Tanda Pacar Selingkuh

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:37 WIB

Lagi, Kebakaran Landa Pemukiman Baduy

Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:17 WIB
X