Dataran tinggi Dieng, dikenal juga sebagai Dieng Plateau, merupakan sebuah daerah di pusat Jawa Tengah yang menampilkan karakter geologi, sejarah, dan pertanian yang unik.
Baca Juga: D'qiano Hot Spring Waterpark, Tempat Wisata Dieng Mandi Air Panas Menyenangkan
Dataran tinggi Dieng terletak diapit oleh jajaran perbukitan di sisi utara dan selatan, dikenal sebagai Pegunungan Dieng, yang berasal dari aktivitas vulkanik yang sama.
Secara geografis, Pegunungan Dieng berada di antara kompleks Puncak Rogojembangan di sebelah barat dan Gunung Sindoro serta Gunung Sumbing di sisi timurnya. Dengan luas wilayah berkisar 4-6 km dari utara ke selatan dan 11 km dari barat ke timur.
Secara administratif, lokasi dataran tinggi Dieng termasuk wilayah Kecamatan Batur dan sebagian Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, serta bagian selatan dari Desa Pranten, Bawang, Kabupaten Batang.
Baca Juga: Gardu Pandang Tieng, Tempat Wisata Dieng Lihat Sunrise Tanpa Naik Gunung
Pusat kawasan wisata terletak di Desa Dieng Kulon (Banjarnegara) dan Desa Dieng Wetan (Wonosobo).
Dataran Tinggi Dieng memiliki ketinggian antara 1600 hingga 2100 mdpl dengan arah aliran menuju lembah Sungai Serayu.
Cuaca di Dieng berkisar 12-20 °C di siang hari dan 6-10 °C di malam hari, namun bisa mencapai 0 °C di pagi hari selama musim kemarau, yang memunculkan embun beku yang disebut bun upas.
Baca Juga: Candi Arjuna, Candi Tertua di Indonesia, Ini Informasi Lengkapnya
Meskipun terletak agak terpencil, Dieng telah menjadi kawasan pemukiman sejak lama. Bangunan-bangunan peninggalan abad ke-8 masih dapat ditemukan, menandakan keberadaan penduduk pada masa itu.
Ada indikasi kuat bahwa kawasan ini dipengaruhi oleh Kerajaan Sunda Galuh sebelum kemudian dikuasai oleh Medang.
Pertanian menjadi mata pencaharian utama penduduk Dieng, dengan penanaman sayur-mayur khas pegunungan seperti kentang, wortel, dan berbagai jenis bawang-bawangan.
Baca Juga: Banjarnegara Punya Hotel Bertaraf Internasional Bernuansa Eksotis, Traveler Wajib Mampir
Dataran Tinggi Dieng dikenal sebagai penghasil kentang terluas di Indonesia. Tanaman klembak dan purwoceng juga khas Dieng, karena hanya dapat tumbuh di kawasan ini.