pendidikan

Saling tukar ide dengan Adanya Digitalisasi Pendidikan

Rabu, 1 Mei 2024 | 23:27 WIB
Sekjen Kemendikbudristek menyatakan bahwa mereka telah mengalokasikan anggaran 612 T untuk sarana dan prasarana pendidikan / Kemendikbud

REFERENSIBERITA.COM-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi digital dalam sektor pendidikan mendorong pertukaran ide, pengalaman, dan informasi antara pendidik dan peserta didik.

Iwan Syahril, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di Kemendikbudristek, menegaskan perlunya kolaborasi semua pihak dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan untuk meraih dampak positif yang diharapkan.

Dia menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana untuk belajar bersama, saling menginspirasi satu sama lain, dan merumuskan langkah-langkah konkret untuk menerapkan transformasi digital dalam satuan pendidikan.

Baca Juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional Diperingati Setiap 2 Mei, Hormati Ki Hajar Dewantara

“Kesempatan ini harus dijadikan sebagai wadah untuk belajar bersama, saling menginspirasi satu sama lain, dan merancang langkah-langkah konkrit untuk menerapkan transformasi digital pada satuan pendidikan kita,” katanya di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2024.

Iwan menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah secara konsisten berkomitmen untuk mempromosikan digitalisasi pembelajaran di institusi pendidikan.

Salah satunya adalah dengan menyediakan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta akun belajar.id bagi guru dan peserta didik.

Baca Juga: Berkat Teknologi dan AI, Perempuan di Indonesia Temukan Peluang Karier Baru

Dengan bantuan tersebut, para pendidik dan murid dapat mengakses beragam platform untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif, kolaboratif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Muhammad Adning dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), perkembangan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam konteks pendidikan di Indonesia dapat diamati melalui penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Baca Juga: Pj Bupati Banjarnegara Terbitkan SK kepada Kades Terpilih

Saat ini, sudah sebanyak 3,4 juta pengguna mengakses PMM, dengan 717.000 karya guru dan siswa yang terunggah, serta terdapat 2,5 juta pendidik yang menyelesaikan topik pelatihan mandiri, dan satu juta perangkat ajar yang diunduh oleh pengguna.

Adning menyatakan bahwa ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di masa depan.***

Tags

Terkini