Sempat Dipertanyakan Warganet, Petugas Ungkap Alasan Wisatawan Tetap Berdiri di Batu saat Banjir di Curug Gomblang

photo author
Puji Setia Rahayu, Referensi Berita
- Sabtu, 11 April 2026 | 22:38 WIB
Wisatawan terjebak di Curug Gomblang, Banyumas saat tiba-tiba debit air meningkat. (TikTok/mld.filter)
Wisatawan terjebak di Curug Gomblang, Banyumas saat tiba-tiba debit air meningkat. (TikTok/mld.filter)

Beberapa pertanyaan dari warganet seperti, “Itu padahal yang di bawahnya dangkal, masih bisa lewat tinggal naik,” tulis akun @pen*******3

“Masih bisa ke pinggir itu sebelum banjir lebih gedenya,” tulis akun @and*****i

“Udah lihat airnya begitu kenapa nggak segera lari ke pinggir?” tulis akun @_ma*********u

Kondisi tersebut lantas dijelaskan oleh akun yang sama, yakni untuk menunggu tim menyiapkan alat untuk evakuasi.

“Kenapa mereka masih stay di titik itu karena dari tim kami sudah berada di lokasi sembari menunggu evakuasi dan peralatan yang sedang diambil,” terangnya.

Baca Juga: Nasib Preman di Tanah Abang yang Viral karena Pecahkan Mangkuk Penjual Bakso, Kini 3 Orang Diamankan oleh Polisi

“Untuk waktu 10-15 menit masih bisa kami pastikan tidak ada tambahan debit air dan untuk peralatan tidak sampai menunggu waktu lama sudah sampai ke lokasi, jadi bisa dengan cepat kami lakukan evakuasi,” lanjutnya.

Air yang deras dan berwarna coklat juga berpengaruh pada keputusan untuk meminta wisatawan tersebut tetap berada di tempatnya.

“Yang terlihat memang seperti belum deras, tapi ketika melihat aslinya debit air sudah sangat besar dan kencang arusnya. Ini salah satu keputusan yang terbaik ketika terkena banjir karena kita tidak tau medan seperti apa,” paparnya.

“Jika tadi mereka memaksakan untuk berlari menjauh dari banjir, ada dua kemungkinan mereka jatuh dan hanyut. Ini akan mengakibatkan kesalahan fatal yang bisa mengakibatkan hilang nyawa,” tukasnya.
***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Panji Setiawan

Rekomendasi

Terkini

X