• Kamis, 20 Januari 2022

DMI Imbau Sholat Jum'at Ganjil Genap, Muhsinin: Saya tak Sependapat

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 21:20 WIB
Salat Jumat perdana setelah di tutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4, Masjid Agung Kota Cimahi dipenuhi jemaah, Jumat (13/8/2021). (Laksmi Sri Sundari/dok Galajabar PRMN)
Salat Jumat perdana setelah di tutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4, Masjid Agung Kota Cimahi dipenuhi jemaah, Jumat (13/8/2021). (Laksmi Sri Sundari/dok Galajabar PRMN)

REFERENSI BERITA - Ketua DKM Masjid Nurul Ihtihad, Muhsinin angkat bicara terkait imbauan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang memberlakukan dua gelombang sholat Jum'at didasarkan pada ganjil genap nomor ponsel.

Muhsinin menilai, wacana tersebut tidaklah efektif. Dia pun tak sependapat dengan imbauan ketua DMI.

Ketua DKM Nurul Ihtihad, di Kampung Blosong, Desa Serdang, Kabupaten Serang, Muhsinin mengatakan, bahwasanya tidak sependapat dengan adanya wacana Ketua DMI, Jusuf Kalla.

Baca Juga: Keliling Ponpes, Pengusaha Cukur di Kota Serang Gratiskan Santri Potong Rambut

Menurutnya, persoalan untuk shalat berjamaah jangan terlalu di besar-besarkan, dan shalat dilaksanakan seperti biasanya.

"Apalagi ini shalat jum'at, mana bisa dibuat dua waktu seperti itu. Saya pribadi pun tidak sependapat," ucap mantan Ketua DPRD Kabupaten Serang Fraksi Golkar itu, Jum'at, 13 Agustus 2021.

"Walaupun beliau senior saya, saya tidak sependapat, terutama ini menyangkut bab Shalat, dan bertentangan dengan batin nurani. Apalagi bab sholat jum'at merupakan kewajiban," sambungnya.

Baca Juga: Bawa Senjata Tajam, Belasan Pelajar Diamankan Polsek Pamarayan

Muhsinin juga berpesan kepada DPRD Pusat perwakilan Banten untuk dapat bertindak, kalau ada aturan yang berbenturan dengan masyarakat.

Halaman:

Editor: Asep Rizal Murtadho

Tags

Terkini

4 Dampak Buruk Dari Menonton Film Pornografi

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:02 WIB
X