• Senin, 28 November 2022

Kritik Jalan Rusak di Kolelet yang Tak Kunjung Diperbaiki, Respon Bupati Lebak Mengundang Kontroversi

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 00:04 WIB
Masyarakat Kolelet Rangkasbitung merayakan HUT RI dengan cara menanami pohon pisang di jalan rusak yang menghubungkan Kolelet dan Kota Rangkasbitung (tangkap layar @inforangkasbitung)
Masyarakat Kolelet Rangkasbitung merayakan HUT RI dengan cara menanami pohon pisang di jalan rusak yang menghubungkan Kolelet dan Kota Rangkasbitung (tangkap layar @inforangkasbitung)


REFERENSI BERITA - Bupati Lebak H Iti Octavia Jayabaya memberikan pernyataan kepada masyarakat Lebak mengenai jalan raya Kolelet Rangkasbitung yang sudah lama rusak. Pernyataan tersebut ia tuliskan dikolom komentar instagram @inforangkasbitung pada 17 Agustus 2022.

Bupati Lebak berkomentar setelah akun Instagram @inforangkasbitung memposting salah satu informasi mengenai aksi warga kampung Sangiang, Desa Pabuaran, dan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Bertepatan pada HUT RI yang ke-77 tersebut masyarakat justeru menjadikan momen ini untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara menanam pohon pisang disepanjang jalan Raya Kolelet yang rusak. Pohon pisang tersebut dipasangi bendera merah putih. 

Baca Juga: Kamarduin Simanjuntak, Si Pengacara Hebat dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Bupati Lebak menjelaskan tidak bermaksud untuk ingkar janji terhadap penuntasan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, akan tetapi dana anggaran untuk infrastruktur banyak yang dialihkan untuk penggajian PPPK dan CPNS tahun ini.

"100 miliar lebih anggaran infrastruktur yang dialihkan, kenapa saya alihkan? saya sudah siap dengan segala resiko hujatan dan cacian dari masyarakat terkait jalan rusak, tetapi saya lebih mementingkan hajat hidup banyak orang," ungkap Bupati Lebak.

"untuk apa kalau infrastrukturnya bagus tapi SDM nya tidak kita manusiakan? untuk apa mereka dilantik dan diberi SK tapi tidak digaji? bukan kami Pemkab Lebak tidak peduli dengan infrastruktur di Kabupaten Lebak, tapi kami untuk saat ini lebih mementingkan manusianya dulu," tambahnya.

Baca Juga: Santri di Banten Dengungkan Ganjar Presiden Indonesia 2024

Pernyataan tersebut sedikit untuk mengobati rasa penasaran masyarakat kenapa jalan Raya Kolelet belum juga diperbaiki, oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun siapa sangka pernyataan yang dijelaskan oleh Bupati Lebak itu malah mengundang kontroversi masyarakat.

Bupati Lebak dinilai hanya mementingkan PPPK dan CPNS, sedangkan banyak sekali masyarakat yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga sangat kewalahan untuk melintasi jalan tersebut setiap harinya.

Bahkan salah satu akun mengatakan tidak sedikit pula korban kecelakaan akibat jalan yang sangat rusak dan berlubang. Seperti komentar dari akun @muhamadrohmat28 yang membalas komentar Bupati Lebak.

Baca Juga: Mendapat Tugas Mandatori, ini Upaya Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar

"Jalan bagus juga bisa buat keselamatan warga bu, salah satu faktor kecelakaan ya karena banyaknya lubang dijalan raya, contohnya jalan citeras banyak warga yang kecelakaan gara-gara jalan berlubang, apa itu yang namanya mementingkan manusianya dulu?".

"Menurut saya dengan jawaban itu banyak masyarakat yang mencibir, semua warga sama baik kuli bangunan, harian lepas dan lain sebagainya, dengan pernyataan dialihkan untuk penggajian PPPK dan CPNS yang sudah dilantik, kenapa dilantik kalau begitu? apakah jalan tembus via kolelet juga bukan hajat hidup orang banyak?,"ungkap akun @anton.4996.

"Bukannya jalan bagus itu bentuk memanusiakan manusia yah? dijalan itu segala bentuk manusia hidup, CPNS, tukang baso, kuli seperti saya dan banyak lagi," ungkap akun @afifialfarizi juga.

Baca Juga: Sering Sebabkan Banjir, Ratusan Warga Citeureup Minta PT JHL Tanggung Jawab

Masyakarat Kabupaten Lebak banyak yang mengharapkan jalan yang rusak untuk segera diperbaiki, tidak hanya jalan Raya Kolelet tetapi jalan lain yang rusak didaerah Kabupaten Lebak juga diminta untuk segera diperbaiki.

Menurut mereka, mementingkan hidup banyak manusia tidak hanya PPPK dan CPNS, akan tetapi profesi lain pun butuh diperhatikan untuk keselamatan ketika mencari nafkah.

Ada pula masyarakat yang memberikan saran untuk mencari dana ke pusat, CSR atau bangun kerjasama dengan perusahaan besar yang ada di Kabupaten Lebak untuk membantu kontribusi perbaikan infrastruktur daerah.***

Editor: Suardi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wasekjen DPP Partai Golkar Fokus Pemenangan Pileg 2024

Minggu, 16 Oktober 2022 | 20:42 WIB

SMRC: PDIP Konsisten Dapatkan Dukungan Publik Terbesar

Sabtu, 3 September 2022 | 16:15 WIB

Terpopuler

X