• Kamis, 20 Januari 2022

Soal Korban Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri, Anggota DPD RI akan Kawal Langsung ke Menteri Pendidikan

- Minggu, 5 Desember 2021 | 14:57 WIB
Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani
Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani


REFERRENSI BERITA- Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani merasa geram atas tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum dosen terhadap salah satu mahasiswi Universitas Sriwijaya, Palembang.

Diketahui salah satu mahasiswi UNSRI tersebut menjadi korban pelecehan seksual. Seperti yang telah beredar di berbagai media, mahasiswi tersebut mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan dicoret namanya dari daftar yudisium.   

Menanggapi hal tersebut Jialyka Maharani mengatakan akan menyampaikan dan mengawal langsung kasus tersebut ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, jika berita terkait adanya pelecehan seksual di kampus ternama tersebut terbukti benar.

Baca Juga: Gofar Hilman Sampaikan Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang Melibatkan Namanya
 
Anggota DPD dan MPR RI termuda sepanjang sejarah tersebut juga menyampaikan bahwa aduan dan laporan ke Mapolda Sumatra Selatan oleh mahasiswi yg mengalami pelecehan seksual oleh terduga oknum dosen dan staf di Unsri bukan hanya satu orang. Hal ini menjadi keprihatinan sendiri bagi Senator yang kerap disapa Jia tersebut.
 
Sungguh sangat ironi mengetahui kabar tersebut, ini jelas sudah masuk kategori kejahatan yang luar biasa. Seharusnya pihak Universitas yang paling pertama memberikan advokasi kepada korban untuk kasus tersebut. Jangan anggap enteng kasus ini,” tegasnya seperti dikutip Referensi Berita dari dpdri.go.id pada Minggu, 05 Desember 2021.
 
Tak hanya itu, Senator yang juga merupakan aktivis perempuan ini juga mengatakan bahwa saat ini negara sedang berjibaku dalam penanggulangan kasus kekerasan seksual.

Baca Juga: Wanita Wajib Tahu! Inilah Alasan Pria Kenapa Ingin Cepat Menikah, Salah Satunya Dorongan Seksual

Hal tersebut katanya dapat dilihat dari dikeluarkannya Permendikbudristek No 30 tahun 2021 yang merupakan salah satu Langkah progresif untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di Perguruan Tinggi, sedang dibahasnya RUU TPKS di DPR serta atensi penuh dari aparat penegak hukum terhadap kasus kekerasan seksual.
 
Semoga tidak ada cerita untuk menutupi kasus demi menjaga nama baik institusi kampus, saya berharap jangan ada muatan tendensi apapun dalam penanganan kasus dengan memberikan ruang seterang terangnya untuk penyelesaian kasus tersebut,” jelas Jialyka.
 
Untuk diketahui, sejak awal dilantik sebagai anggota DPD dan MPR RI pada 2019 lalu, Jialyka Maharani merupakan salah satu senator yang konsisten dalam memperjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Baca Juga: Tak Mau Lapor Polisi, ini Penjelasan Dinar Candy saat Mengalami Pelecehan Seksual

Terlebih, sejak pertama kali dikeluarkannya Permendikbudristek No 30 tahun 2021, Jialyka merupakan salah satu senator yang mendukung Langkah progresif Kemendikbud dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.***

Editor: Suardi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X