• Kamis, 20 Januari 2022

Pandangan Ibnu Khaldun Tentang Politik, Penguasa dan Kekuasaan, Salah Satunya Jangan Terlalu Pintar

- Minggu, 28 November 2021 | 10:49 WIB
Ilustrasi Ibnu Khaldun/pandangan tentang politik, penguasa dan kekuasaan menurut Ibnu Khaldun
Ilustrasi Ibnu Khaldun/pandangan tentang politik, penguasa dan kekuasaan menurut Ibnu Khaldun

REFERENSI BERITA- Politik adalah ilmu memerintah atau mengatur negara, atau bisa diartikan juga sebagai seni memerintah dan mengatur masyarakat.

Sebagai salah satu filsuf Islam Ibnu Khaldun memiliki perhatian lebih terhadap perkembangan sosial, ekonomi dan politik Islam secara keseluruhan.

Ibnu Khaldun lahir di awal bulan Ramadhan 732 Hijriah atau Tunisia 27 Mei 1333 Masehi dan wafat di Kairo pada tanggal 25 Ramadhan 808 Hijriah atau 19 Maret 1406 Masehi.

Baca Juga: Pengamat Politik Untirta: Pencopotan Pujiyanto dari AKD adalah Tindakan Premanisme

Selain sebagai seorang pemikir Ibnu Khaldun pernah meniti karier dalam bidang politik dan pemerintahan selama seperempat abad di kawasan Afrika Barat dan Andalusia.

Ia menghabiskan lebih dari pertiga tahun umurnya di kawasan Afrika Barat Laut, yang pada waktu itu tidak pernah menikmati stabilitas politik, melainkan tempat kancah perebutan kekuasaan antar dinasti.

Oleh karena itu tidaklah heran jika ia memiliki perhatian lebih terhadap politik Islam yang kemudian ditorehkannya dalam salah satu karyanya Al-Muqoddimah.

Baca Juga: Perkuat Infrastruktur Politik, PKB Banten Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Mengenai pandangan politik Ibnu Khaldun ada dua hal yang sangat menarik. Pertama soal politik itu sendiri, dan yang kedua soal penguasa dan kekuasaan.

Seperti dikutip Referensi Berita dari Jurnal Kajian Keislaman dan Informasi Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, 2007 berikut adalah penjelasannya:

Halaman:

Editor: Suardi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X