• Selasa, 7 Desember 2021

Anggaran Rp300 Miliar untuk Cetak Kartu Tani Menuai Kritik

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 09:26 WIB
Kartu tani. (suaramerdeka.com / dok) (Suara Merdeka)
Kartu tani. (suaramerdeka.com / dok) (Suara Merdeka)

REFERENSI BERITA - Komisi IV DPR RI Slamet menyoroti program kebijakan kartu tani yang anggarannya mencapai ratusan miliar.

Dirinya menyarankan anggaran tersebut dialokasikan untuk meningkatkan produktivitas petani, karena program kartu tani sendiri manfaatnya masih belum dirasakan oleh kalangan petani.

"Tidak main-main anggaran senilai ratusan miliar hanya untuk mencetak kartu tani," ujar Slamet, seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Rabu, 6 Oktober 2021.

Baca Juga: Netizen Harus Tau, Ini Kasus-kasus UU ITE dan Pasal-pasal yang sering Menjerat Netizen!

"Uang Rp300 miliar tersebut sebaiknya digunakan untuk menggenjot produktifitas petani, dari pada habis untuk mencetak kartu tani yang manfaatnya minim dirasakan oleh petani," tegasnya.

Salah satu yang paling mendapatkan sorotan adalah belum teratasinya permasalahan pengadaan pupuk subsidi bagi masyarakat melalui kartu tani.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, ternyata keberadaan kartu tani tidak lantas membantu petani untuk mendapatkan akses yang lebih berkeadilan ke pupuk bersubsidi yang sudah menjadi hak mereka.

Baca Juga: Jangan Dipendam! Ini Aplikasi Konsultasi Mental Health yang Bisa Membuat Tenang

Padahal program kartu tani ini sudah mulai diprogramkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian sebagai sebuah terobosan kebijakan untuk memudahkan petani mendapatkan akses kepada pupuk bersubsidi.

Halaman:

Editor: Asep Rizal Murtadho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR akan Tes Calon Panglima TNI 4-5 November 2021

Kamis, 4 November 2021 | 07:15 WIB

Pemuda yang Kreatif jadi Solusi Multidimensi

Selasa, 2 November 2021 | 09:20 WIB
X