• Selasa, 7 Desember 2021

Mardani Ali Sera Pertanyakan Integriatas KPK soal Rencana Gandeng Napi Koruptor

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:15 WIB
Tangkapan layar cuitan Mardani Ali Sera./Twitter/@MardaniAliSera (Pikiran Rakyat Depok PRMN)
Tangkapan layar cuitan Mardani Ali Sera./Twitter/@MardaniAliSera (Pikiran Rakyat Depok PRMN)

REFERENSI BERITA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menggandeng narapidana kasus korupsi dalam program penyuluhan anti korupsi. Hal ini pun sontak menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Sebelumnya, Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengkritik tajam rencana tersebut. Ia menyebut pimpinan KPK akan membuat lembaga antirasuah itu mati ketawa.

Tak mau diam, Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera pun turut memberikan tanggapan.

Baca Juga: Wagub Andika Menyambut Baik Terbentuknya DPW IKAPPI Provinsi Banten

Dirinya sangat menyayangkan dan menilai perbuatan KPK sangat ironis. Seperti dikutip Referensi Berita dari akun Twitternya, @MardaniAliSera pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Mardani juga menyinggung seperti perbuatan KPK terhadap pegawainya, yaitu 75 pegawai KPK yang disingkirkan melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Bismilah, KPK berencana menggandeng napi koruptor untuk penyuluhan anti korupsi. program yang amat ironis jika melihat yang KPK lakukan terhadap pegawaiya, seperti nasib 75 pegawai KPK yang disingkirkan melalui TWK," cuit Mardani.

Baca Juga: Resmi, Pilkades Cikareo Kecamatan Cileles Diikuti Lima Calon

Menurutnya, jika pegawai-pegawai yang divonis seharusnya tidak bisa diperbaiki, tetapi kenapa koruptor justru malah sebaliknya.

"Ketika pegawai-pegawai tersebut 'divonis' tidak bisa diperbaiki, tapi koruptor justru sebaliknya," tulisnya.

Politisi PKS ini menyayangkan rencana KPK tersebut. Menurutnya, seharusnya publik mendapatkan pelayanan dari pemerintah tapi kerap kali tidak mendapatkannya.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang tapi Turun Level, Netizen Pertanyakan Perbedaan Level 4 dengan Level 3

Ia juga mencontohkan beberapa kasus korupsi seperti kasus korupsi bansos Covid-19 oleh Juliari Batubara beberapa waktu yang lalu.

"Publik, yang mestinya mendapatkan pelayanan dari negara tapi kerap tidak mendapatkannya. Seperti kasus korupsi bansos Covid-19, banyak masyarakat yang tidak bisa menerima bansos Covid-19 yang layak," ungkap Mardani.

Tak hanya itu, Mardani juga mempertanyakan integritas, independensi dan transparansi KPK. Menurutnya, hal ini jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai tersebut.

Baca Juga: Resep Obat Sakit Maag Ala dr. Zaidul Akbar

Mardani juga mengatakan, jangan justru memberikan panggung kepada koruptor.

"Apakah KPK lupa nilai-nilai yang diperjuangkan selama ini? integritas, independensi sampai transparansi dalam pemberantasan korupsi. Agenda pelibatan koruptor amat kontradiktif dengan nilai-nilai tersebut," tegas Mardani.

"Jangan justru memberikan panggung kepada koruptor," imbuhnya.***

Halaman:

Editor: Asep Rizal Murtadho

Tags

Terkini

DPR akan Tes Calon Panglima TNI 4-5 November 2021

Kamis, 4 November 2021 | 07:15 WIB

Pemuda yang Kreatif jadi Solusi Multidimensi

Selasa, 2 November 2021 | 09:20 WIB
X