Legalisasi Miras dan Penghapusan PPnBM Dinilai tak Berdampak Bagus bagi Ekonomi Bangsa

- Selasa, 2 Maret 2021 | 09:31 WIB
Ketua Pusat Aspirasi Warga (Pusar) Banten, Bayu Kusuma.  (@FBbayu kusuma)
Ketua Pusat Aspirasi Warga (Pusar) Banten, Bayu Kusuma. (@FBbayu kusuma)


REFERENSI BERITA - Penerbitan Perpres tentang investasi yang diantaranya mengatur soal legalisasi industri Miras di empat provinsi, dan penghapusan Pajak atas Penjualan Barang Mewah (PPnBM), merupakan langkah absurd pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Pandangan kritis ini dikemukana aktivis muda Banten, Bayu Kusumah menyikapi ginjang ganjing Perpres Nomor: 10 Tahun 2021 dan PPnBM yang belakangan ini mencuat.

"Investasi memang penting untuk mengatrol situasi dan kondisi ekonomi yang lesu akibat pandemi, tapi investasi apa dulu. jangan hanya gara-gara atas nama pemulihan ekonomi nasional, semua norma dilabrak," ungkap Bayu Kusuma.

Baca Juga: Wagub Banten: Progress Vaksinasi Lebihi Target yang Ditentukan

Dia menyarankan pemerintah, jika mau memulihkan ekonomi dilakukan denngan cepat. Yang harus segera dilakukan adalah hapus status pandemi di republik ini.

"Legalisasi industri Miras itu menurut saya tidak perlu. Banyak hal yang bisa pemerintah lakukan untuk menambah pendapatan negara kok. Meskipun ini dianggap perlu asal dengan pajak maha tinggi dalam setiap produksinya, ya silahkan saja," katanya.

Yang paling penting kata dia, atur penjualannya. Toh saat ini malah banyak industri Miras yang ilegal dan tetap beroperasi.

Baca Juga: Vaksinasi Tahap Dua di Kota Serang Sasar 33.000 Orang

"Konsumsi Miras juga sama tingginya, lantas pemasukan buat negara apa? Zonk, kan. Kalo kita mau jujur, Indonesia ini surga buat bisnis Miras juga narkoba. Industri beginian perlu dikanalisasi, jangan malah tutup mata dengan pura-pura menolak tapi membiarkan peredarannya hingga ruang-ruang privat kita," paparnya.

Terkait dengan penghapusan PPnBM lanjutnya, ini malah menggenjot tingkat konsumerisme rakyat dalam hal pemilikan kendaraan baru, skaligus menggiring rakyat dalam jebakan rentenir berkedok leasing.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Terkini

X