PPDB Sistem Zonasi di Kabupaten Pandeglang Berpeluang Ciptakan Anak Putus Sekolah

- Selasa, 21 Juni 2022 | 10:56 WIB
PPDB masih menyisakan masalah. (Banten Raya)
PPDB masih menyisakan masalah. (Banten Raya)

REFERENSI BERITA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 untuk jalur zonasi di Kabupaten Pandeglang masih menyisakan masalah.

Sejumlah orangtua siswa mengeluhkan sistem zonasi karena dianggap menghambat pendidikan anak-anaknya ketika lulus dari SLTP.

"Di sekitar tempat tinggal saya tidak ada SMA yang jaraknya seperti yang ada dalam aturan. Karena menggunakan sistem zonasi, maka anak saya terancam tidak sekolah," ungkap salah seorang warga Kabupaten Pandeglang yang identitasnya minta dirahasiakan kepada Referensi Berita pada Selasa, 21 Juni 2022.

Baca Juga: Legislatif Banten akan Pantau Kucuran Kredit dari Bank Banten

Dia menerangkan, pengumuman penerimaan siswa sudah keluar dan anaknya dinyatakan tidak diterima di SMA, yang jaraknya kurang lebih dua kilometer dari rumahnya.

Menurut informasi yang dia terima, di sekolah tujuan anaknya malah ada calon peserta didik baru yang tempat tinggalnya lebih jauh dari sekolah. Namun dinyatakan diterima di sekolah dimaksud.

"Memang informasinya belum benar-benar valid. Tapi tidak menutup kemungkinan itu terjadi. Tolonglah Dindikbud Banten dan panitia PPDB di semua daerah segera mencari solusi atas persoalan ini," ujarnya.

Baca Juga: Massa Asal Banten Aksi di Monas, Minta Mendagri dan Presiden Evaluasi Penjabat Gubernur

Jika kebijakan zonasi tetap diberlakukan, lanjut dia, maka sangat mungkin banyak anak lulusan SLTP yang tidak bisa menlanjutkan pendidikannya di tingkat SLTA.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X