Gerbang Tani Lebak: "Stop Impor Beras!"

- Kamis, 5 Januari 2023 | 20:57 WIB
Petani muda asal Lebak, Abu Sofyan Hz (Dok. Referensi Berita)
Petani muda asal Lebak, Abu Sofyan Hz (Dok. Referensi Berita)

REFERENSI BERITA - Gerbang Tani Lebak turut menanggapi soal Indonesia yang impor beras karena impor beras jelas bisa merugikan petani Indonesia. Untuk itu Gerbang Tani Lebak mengajak agar melindungi para petani. "Disamping itu petani juga merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia yang harus dirawat," ujar Abu Sofiyan Hamzali selaku ketua.

Petani padi memiliki peran besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Nasi yang kita makan adalah jasa dari keringat para petani. Tugas mereka sangat mulia, selain sebagai pemasok beras, mereka juga adalah pahlawan untuk menjaga alam semesta.

Seperti kita tahu, saat ini pesawahan-pesawahan terus berkurang karena desakan pembangunan. Belum lagi generasi sekarang seringkali menganggap bahwa petani adalah suatu pekerjaan yang rendah. Tapi disisi lain kita mesti bersyukur karena masih banyak orang yang masih mau jadi petani. Untuk itu mereka yang saat ini masih bertahan menjadi petani patut dilindungi.

Baca Juga: Petani Sobang Mampu Produksi 195.000 Butir Kelapa Kopyor Sekali Panen

'Stop Impor Beras!'

Empat bulan yang lalu tepatnya pada 14 Agustus 2022 Presiden Jokowi menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI). Penghargaan diberikan karena Indonesia berhasil menerapkan swasembada pangan dan sistem pertanian yang tangguh. Namun, penghargaan itu seolah hanya formalitas semata karena pada faktanya Indonesia masih impor beras.

Abu Sofiyan mengatakan Indonesia saat ini mengimpor beras. Impor beras itu mencapai 10.000 ton melalui Porum Bulog. Mengutip cnbcindonesia.com katanya, Indonesia mengimpor beras dari Thailand, Vietnam, Pakistan dan Myanmar. Adapun Indonesia melakukan impor karena terbatasnya stok beras.

Namun, kata Abu, impor bukanlah cara yang tepat karena sifatnya hanya jangka pendek dan membuat petani tidak produktif. Abu mengatakan, menurut Akademisi Universitas Islam Malang (UNISMA) juga bahwa impor beras bisa menurunkan semangat para petani. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya berhenti impor beras dan mencoba memikirkan bagaimana caranya agar petani beras di Indonesia maju.

Baca Juga: Pastikan Stok BBM Aman, Polres Lebak Tinjau SPBU di Wilayah Rangkasbitung

Halaman:

Editor: Suardi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gerbang Tani Lebak: "Stop Impor Beras!"

Kamis, 5 Januari 2023 | 20:57 WIB

Mengenal Kecamatan Sobang yang Kaya Potensi Alam

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:52 WIB
X