• Selasa, 16 Agustus 2022

Dua Kebijakan Investasi ini Kini Diusung Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar

- Senin, 27 Juni 2022 | 21:08 WIB
Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar (Referensi Berita)
Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar (Referensi Berita)


REFERENSI BERITA - Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar mengungkapkan, Pemprov Banten memiliki dua kebijakan utama terkait dengan investasi.

Keduanya adalah, pertama mempertahankan yang sudah ada, dan kedua mengundang investasi sebesar-besarnya. Kata diam investasi yang masuk, menjadi salah satu modal untuk mensejahterakan masyarakat Banten.

Hal itu diungkap Al Muktabar saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Seminar On Sustainable Economy: Accelerating Investment On Green Industry and Implementation of Local Currency Settlement (LCS) For Sustainable Economic Growth, di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta Kampus Sindangsari pada Senin, 27 Juni 2022.

Baca Juga: Delapan ABK Indonesia Terlantar di Korea Selatan, Sekjen Alumni AMC Minta Pemerintah Turun Tangan

"Banyak yang dicapai Provinsi Banten, paling tidak sejajar dengan yang lain. Kita termasuk daerah tujuan investasi yang cukup baik atau menjanjikan,” ungkapnya.

Menurut dia, dua strategi kebijakan investasi Pemprov Banten dimaksud adalah memelihara industri yang ada agar tidak meninggalkan Provinsi Banten. Kedua, membuka pintu investasi yang selebar-lebarnya.

Dikatakan, banyak realisasi investasi di Provinsi Banten yang menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten.

Diungkapkan Al Muktabar, investasi adalah soal keyakinan, yakin mendapat keuntungan. Pihaknya berusaha merawat investasi yang sudah ada untuk mendapatkan nilai ekonomi tinggi, dengan memberikan pelayanan yang terus diperbaiki.

Baca Juga: Wujudkan Banten Bebas KKN, ini Langkah Pj Gubernur Banten Al Muktabar

"Sehingga, pengusaha merasa nyaman melakukan aktivitas perekonomian di Provinsi Banten. Kewajiban bersama kita meneguhkan kontrol publik terhadap birokrasi dan agenda ekonomi. Bila tidak mendapatkan kontrol yang baik bisa menghasilkan kurang berkeadilan, bahkan tidak berkeadilan. Dengan saling mengontrol, kita on the track pada tujuan bersama,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X