Legislatif Banten Ragukan Kinerja Manajemen PT Agrobisnis Banten Mandiri

- Minggu, 19 Juni 2022 | 20:04 WIB
Hasil produksi pertanian salah satunya ditentukan oleh berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap petani. (Ilustrasi Pixabay)
Hasil produksi pertanian salah satunya ditentukan oleh berpihaknya kebijakan pemerintah terhadap petani. (Ilustrasi Pixabay)

REFERENSI BERITA - DPRD Provinsi Banten meragukan kinerja manajemen PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) dalam memutus mata rantai produksi petani di Provinsi Banten.

Bahkan kalangan legislatif Banten menilai, keberadaan perusahaan daerah itu belum memberikan manfaat kepada para petani secara luas, seperti yang dicita-citakan sejak awal.

Terlebih sampai saat ini, PT ABM belum mampu menghasilkan laba atau deviden seperti yang direncanakan manajemen pada awal kepengurusan.

Baca Juga: Kolaborasi dengan BPR Irian Sentosa, bjb Akselerasi Kredit di Wilayah Timur Indonesia

"Sejumlah sektor usaha pertanian yang menjadi angan-angan bisa mendapatkan income, sampai saat ini belum bisa direalisasikan dan masih sebatas pada perencanaan. Kita belum melihat PT ABM bisa mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanian dan petani di Banten," kata Sekretaris Komisi II DPRD Banten, Oong Syahroni belum lama ini.

Kata Oong, hal itu bisa dilihat dari SDM yang ada di PT ABM yang sampai saat ini belum mumpuni untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Terlebih beberapa usaha yang saat ini dijalani, tidak mengarah kepada kesejahteraan petani.

"Kayaknya kalau sekarang-sekarang aga sulit untuk ke arah situ, mensejahterakan petani," katanya.

Baca Juga: PPDB Online Bermasalah, Pusar Banten Sarankan Pejabat yang Berwenang Mundur

Politisi Partai Gerindra ini meminta Pemprov Banten agar lebih konsen terhadap sektor pertanian, guna memastikan ke depan ketahanan pangan di Banten bisa lebih stabil.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X