Masih Merugi, PT BGD Tolak Permintaan Kenaikan Gaji dari Petinggi Bank Banten

- Kamis, 12 Mei 2022 | 07:20 WIB
Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan buruh mewarnai acara RUPS bank Banten di salah satu hotel di Kota Serang. (Referensi Berita)
Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan buruh mewarnai acara RUPS bank Banten di salah satu hotel di Kota Serang. (Referensi Berita)

REFERENSI BERITA - PT Banten Global Development (BGD) yang menjadi perusahaan induk Bank Banten, menolak permintaan kenaikan gaji dan tunjangan lainnya yang diajukan direksi dan komisaris bank milik Pemprov Banten itu.

Sikap tegas itu dikemukakan PT BGD pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2021 Bank Banten yang diselenggarakan disalah satu hotel di Kota Serang pada Rabu, 11 Mei.

"PT BGD yang merupakan induk perusahaan Bank Banten, terpaksa menolak permintaan jajaran direksi dan komisaris yang meminta remunerasi atau gajinya serta tunjangan lainnya," tegas Komisaris PT BGD, Razid Chaniago yang dihubungi Referensi Berita pada Kamis, 12 Mei 2022 pagi.

Baca Juga: Al Muktabar jadi Penjabat Gubernur Banten, Koordinator Presidium KMSB Ingatkan Banyak Hal

Razid menerangkan, ada lima point yang disampaikan manajemen Bank Banten kepada PT BGD saat RUPS itu.

Dari lima itu, satu usulan kita menolaknya, karena kondisi Bank Banten saat ini beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO-nya masih tinggi," katanya.

Kata Razid Chaniago, saat ini BOPO Bank BAnten tercatat masih diangka 134 sampai 335 persen.

Baca Juga: Wagub Andika Tendang Bola Kick Off Laga Perdana di Banten International Stadium

"Dengan melihat angka itu, sangat sulit kami mengabulkan keinginan petinggi Bank Banten. Kecuali mereka bisa menekan BOPO maksimal diangka 95 persen. Kalau 95 persen bisa dinyatakan aman, dan kerugian BB juga kecil, tidak seperti sekarang ini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X