• Kamis, 20 Januari 2022

Akademisi ITB Ahmad Dahlan: Harga Minyak Goreng Mencekik Rakyat

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 06:14 WIB
Ilustrasi buah sawit sebagai bahan baku minyak goreng. (Pixabay)
Ilustrasi buah sawit sebagai bahan baku minyak goreng. (Pixabay)

REFERENSI BERITA - Makin meroketnya harga komoditas CPO (Crude Palm Oil) di pasar internasional, dipastikan berdampak pada penerimaan devisa negara dari produk CPO pun makin terdongkrak signifikan.

Sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar dunia, Indonesia boleh berbangga alias bertepuk dada.

Hal ini disampaikan Akademisi ITB Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkanna kepada Referensi Berita pada Sabtu, 4 Desember 2021 menyikapi naiknya harga komoditas CPO.

Baca Juga: Polres Lebak Laksanakan Operasi Pekat Maung di Rangkasbitung, Tiga Pasangan Bukan Suami Isteri Diamankan

Kata dia, para pelaku usaha, terutama yang berskala super raksasa dan memilki ratusan ribu atau jutaan hektar lahan sawit dan pabrik pengelolaannya, pundi-pundi kekayannya makin menjumbo.

"Namun sayang sekali, di tengah kenaikan harga CPO di pasar global seperti yang terlihat pada harga referensi tiap bulannya dan harga di bursa komoditas, ternyata konsumen minyak goreng, terutama yang berskala kecil dan rumah tangga makin kelimpungan," ungkapnya.

Menurut Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah ini, menjumbonya pundi-pundi kekayaan pengusaha sawit dan terdongkraknya devisa negara dari komoditas sawit ini, tidak memberikan manfaat bagi rakyat.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Penggagas Dwifungsi ABRI dan Perang Gerilya

Harga minyak goreng yang selama satu bulan terakhir naik gila-gilaan, hanya memberi manfaat pada pelaku usaha raksasa yang selalu bertengger sebagai orang terkaya di tanah air.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Amal Jayabaya: Pengurus Kadin jangan Abaikan UMKM...!

Kamis, 20 Januari 2022 | 09:00 WIB

Setelah Dilantik, Amal Jayabaya Fokus Berdayakan UMKM

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:28 WIB
X