• Senin, 18 Oktober 2021

Media Sosial Sumbang 76 Persen Konten Intoleran dan Radikalisme

- Senin, 11 Oktober 2021 | 16:37 WIB
Launching Gerakan Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Membangun Narasi Media dalam Pencegahan Radikalisme. (Referensi Berita)
Launching Gerakan Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Membangun Narasi Media dalam Pencegahan Radikalisme. (Referensi Berita)

REFERENSI BERITA - Media sosial (Medsos) menyumbang 67 persen konten intoleran dan radikalisme.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Ahmad Nur Wahid pada Senin, 11 Oktober 2021 menyatakan hal itu saat launching Gerakan Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Membangun Narasi Media dalam Pencegahan Radikalisme yang digagas oleh FKPT Banten.

Menurutnya, angka itu hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei terkait peranan media dalam kaitannya dengan terorisme dan radikalisme.

Baca Juga: Raih WTP, Pandeglang Diberi Penghargaan oleh Kemenkeu

"Hal ini perlu kewaspadaan kita semua, apalagi peran media sangat signifikan dalam memecah-belah masyarakat," katanya.

Kata dia, peran media sangat signifikan dalam melakukan kontra radikalisasi, terutama kontra idiologi, propaganda dan kontra narasi, terutama narasi keagamaan.

"Makanya pendekatan agama, seni dan budaya dan bidang perempuan dan anak terus kami lakukan sebagai bentuk pencegahan," katanya.

Baca Juga: Tahun 2021 Pandeglang Sabet Dua Penghargaan dari Kemen PPA

Selain itu, BNPT juga melakukan pendekatan bidang pemuda dan pendidikan. Kemudian bidang media sebagai propaganda ataupun media kontra narasi terhadap serangan terorisme dan radikalisme.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenali 25 Istilah Penting Dalam Kegiatan Ekspor

Kamis, 16 September 2021 | 00:01 WIB

Bank Banten Teken MoU dengan Kejaksaan Tinggi Banten

Jumat, 27 Agustus 2021 | 07:53 WIB

12 Pahlawan Nasional yang Berasal dari Sumatera Utara

Senin, 23 Agustus 2021 | 11:00 WIB
X