• Senin, 18 Oktober 2021

Deretan Dosen yang Terjerat Tangan Besi UU ITE, Karena Mengkritik Dua Diantaranya adalah Perempuan

- Sabtu, 11 September 2021 | 18:01 WIB
ilustrasi/tangkap layar (Instagram @bangsamahasiswa)
ilustrasi/tangkap layar (Instagram @bangsamahasiswa)



REFERENSI BERITA- Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pertama kali diwacanakan ketika Gus Dur menjabat sebagai Pres-iden, karena terdapat kekosongan undang-undang yang mengatur dunia maya di Indonesia pada waktu itu.

Sejak saat itu pemerintah berupaya untuk membuat perundang-undangan tersebut, hingga pada 25 April 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik (ITE).

Namun, dimasa Joko Widodo untuk menerbitkan revisi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Baca Juga: Kenali Lima Dosen Asal Indonesia yang Mengajar di Kampus Luar Negeri

Setelah perubahan tersebut, banyak masyarakat yang terjerat dalam UU ITE, salah satu yang paling sering adalah dosen yang kampusnya sendiri.

Seperti dilansir Referensi Berita dari akun Instaram @bangsamahasiswan pada Sabtu, 11 September 2021 berikut ini adalah dosen yang terjerat UU ITE tangan besi karena mengkritik:

1. Handry Stanly Ering

Handry Stanly Ering awalnya mengadukan kasus korupsi di Universitas Negeri Manado. Handry dijatuhi hukuman penjara 1 tahun dan denda sebesar 10 juta rupiah karena dianggap mencemarkan nama baik kampus. Peristiwa ini terjadi pada 30 Maret 2017.

Baca Juga: Inilah Jurusan Kuliah dengan Prospek Gaji Fantastis

Halaman:

Editor: Suardi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejati Banten Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan FS Fiktif

Senin, 27 September 2021 | 23:27 WIB

Pergoki Maling Motor, Warga Cikeusal Dibacok

Selasa, 14 September 2021 | 20:26 WIB

Lagi, KPK Periksa Dua Pegawai Dindikbud Provinsi Banten

Selasa, 14 September 2021 | 13:32 WIB
X