PW MA Banten Nilai Perpres Miras akan Tumbangkan Semangat Revolusi Mental

- Senin, 1 Maret 2021 | 09:53 WIB
Ketua Pengurus Wilayah Mathla'ul Anwar (PW MA) Provinsi Banten, Babay Sujawandi. (FOTO: Dok. Referensi Berita)
Ketua Pengurus Wilayah Mathla'ul Anwar (PW MA) Provinsi Banten, Babay Sujawandi. (FOTO: Dok. Referensi Berita)

 


REFERENSI BERITA - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang ditandatangani pada, Selasa 2 Februari 2021, kembali mendapat penolakan.

Kali ini penolakan dikemukakan Ketua Pengurus Wilayah Mathla'ul Anwar (PW MA), Babay Sujawandi. Menurutnya, Perpres tersebut wajar mendapat penolakan dari berbagai pihak, salah satunya Majlis Ulama Indonesia.

Babay menyoroti khusus lampiran ketiga Perpres nomor urut 31 yang mencantumkan klausul industri minuman keras (Miras) mengandung alkohol khusus di Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua.

Baca Juga: Wagub Andika Hazrumy Ajak Remaja Masjid di Banten Lawan Covid 19

"Mathla’ul Anwar sebagai salah satu Ormas Islam tertua, yang berdiri tahun 1916 dan lahir di Banten, tentu saja sangat menyayangkan keluarnya Perpres tersebut," tegas Babay.

Sebagai Ketua PW MA Provinsi Banten, maupun sebagai anak bangsa, Babay mengaku merasa heran dan bingung, apa sesungguhnya tujuan yang ingin disasar dari Perpres tersebut.

Baca Juga: Wasekjen DPP Golkar Minta AMPG Banten Garap Suara Anak Muda pada Pemilu 2024

Menurutnya, sedikitnya ada lima persoalan yang harus dipertimbangkan terkait terbitnya Perpres tersebut. Pertama, dalam konteks hukum Islam, sudah sangat jelas bahwa minuman keras selain haram, juga masuk dalam katagori najis (innamal khomru walmaisiru rijsun min amalisyaithan).

"Kedua, apakah sama sekali tidak ada pertimbangan atau kajian mengenai dampak dari minuman keras. Bukankah data menunjukkan bahwa akibat minuman keras telah banyak menimbulkan dan meningkatkan angka kriminalitas," paparnya.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora

Tags

Terkini

X